- Tuntut THR, Ratusan Pekerja Transjakarta Mogok
- Orang Beriman Kondisi Fisik n Mentalnya Lebih Sehat
- 4 Alasan Kenapa Memaafkan Penting Bagi Kesehatan
- "Expendables 2" Impian Jean Claude Van Damme
- Nyanyikan Anti Putin, Personel Pussy Riot Dibui
- Moskow Larang Parade Gay Selama 100 Tahun
- Astagfirullah, Festival Wine Digelar di Halaman Masjid
- Memalukan! Bu Guru di AS Bercinta dengan 4 Muridnya
- Usai China, Indonesia Tuan Rumah Miss World 2013
- 4 Teknologi yang Bakal Bertahan Sampai 2030
Unjuk Rasa Anti-Yahudi Dikecam Eropa
PARIS - Demo anti-Yahudi yang menyeruak di dunia mendapat kecaman dari negara besar di Eropa. Kecaman tersebut datang dari Jerman, Prancis dan Italia.
Melalui menteri luar negerinya, masing-masing negara mengutuk aksi unjuk rasa yang sering berujung dengan kericuhan dan tindak kekerasan.
"Hasutan, permusuhan, serangan terhadap orang-orang Yahudi tidak memiliki tempat di masyarakat kami," sebut pernyataan gabungan tiga Menlu tersebut, seperti dikutip dari DNA, Rabu (23/7/2014).
Tidak bisa dipungkiri sejak agresi Israel dilancarkan, protes besar terjadi di beberapa negara. Di Prancis, unjuk rasa kelompok Pro-Palestina diakhiri pembakaran di sejumlah objek di depan toko yang dimiliki warga Yahudi.
Bahkan di negara ini, akibat memanasnya kondisi di Gaza, ketegangan antara kelompok Pro-Palestina dan warga Yahudi di Prancis acap kali terjadi. Prancis sendiri merupakan negara dengan populasi warga Yahudi terbanyak di Eropa.
Tidak hanya di Prancis, kondisi di Gaza pun jauh lebih buruk. Akibat pertempuran Hamas-Israel jumlah korban, khususnya dari warga sipil Palestina mencapai hampir 600 orang.





